Diary "soal teman" #1
Halo! Selamat datang di platform Tulisan Desti
Disini aku hanya ingin membagikan cerita dan pengalaman hidupku yang baik untuk diceritakan, tentu ada hikmahnya. Semoga bisa bermanfaat...
12 Agustus 2021
Hari ini, masih terasa hari yang cukup membuatku down. Bukan hanya itu yang aku dapat, tetapi pelajaran dan hikmah sangat berarti untuk pengalaman hidupku. Kau tau? Hari ini aku merasa tidak dihargai oleh beberapa teman. Gimana rasanya? Nggak usah ditanya, nangislah! Ya, aku terus bertanya dalam pikiranku sendiri "ada apa sih aku ini? kok bisa ya se-payah itu? kok ada orang kayak aku? Bisa bisanya kayak begini" - dalam hati
Setelah berkecamuk, marah dengan diri sendiri, merendah diri serendah-rendahnya seorang Desti. Nggak pantang menyerah, aku tetap percaya "Apa yang Allah rencanakan kepadaku ini? Mengapa persoalanku yang paling berat adalah bergaul dan berteman?". Dan, tepat hari ini aku juga mendapat sepercik kesenangan karena seorang temanku datang main ke rumah. Rasanya senang sih, ternyata dia benar-benar tman mainku. Dia mengerti kekuranganku, tetapi tidak men-judge untuk menjauh begitu saja. Aku berdoa dan selalu berharap jangan sampai Aku dan dia berpisah dan lupa begitu saja terlebih karena kurang cerita dan masalah, haha. Temanku inilah yang menyelamatkan diri ini untuk tetap waras dalam bersikap pertemanan. Allah memang sebaik-baiknya pengatur (1).
Balik ke topik berkecamuk ke diri sendiri, aku baru tahu rasannya untuk menyembuhkan luka. Memang betul, caranya adalah bercerita. Ya, berceritalah dengan jujur sejujur-jujurnya diri kita ke seseorang yang kamu percaya. Dan cara ini unik loh! nyatanya aku merasa lebih baik saat ini. Saat itu aku yang sedang menangis dan butuh bantal untuk bersender, mencoba untuk cerita ke teman dekat kelas ku. Kau tahu, aku rekam curhatan diri ini hingga menahan nangis. Bukan langsung mengirim, tetapi aku dengarkan berkali-kali dan memilih untuk ia dengarkan. Dan, ternyata setelah ceritaku semua keluar dari hati yang paling dalam untuk disampaikan, aku hapus begitu saja. Mengapa? karena aku pun memikirkan kesehatan mentalnya, dan tidak sama sekali mau temanku ini terhambat berkembang hanya gara-gara aku. Nggak mungkin! Itu sembuh, walaupun harusnya aku butuh feedback. Ini ceritaku dan pengetahuan tentang psikologi masih sangat awam bagaimana teori tentang penyembuhan trauma atau luka hati/mental.
Pelajaran yang ku dapat hari ini adalah, sayangilah orang-orang disekitar kita dari hati yang dalam serta tulus, karena itulah kunci menjalin hubungan (2), rekatkan hubungan personal kita dengan orang-orang yang kita yakini akan membantu perkembangan dan kewarasan kita minimal baik dan tujuannya adalah berbagi diskusi bercerita (3).
Kata kunci : sayang, rekat
Komentar
Posting Komentar